Mengurangi Konsumsi GGL
Dalam upaya mengurangi konsumsi GGL (Gula, Garam, dan Lemak), Kementerian Kesehatan
RI menerapkan rumus praktis G4-G1-L5 sebagai batas konsumsi harian per orang.
Batasan ini setara dengan maksimal 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam,
dan 5 sendok makan lemak/minyak per hari.
Berikut
adalah strategi pengaturan dan cara praktis untuk memangkas konsumsi GGL dalam
menu harian Anda:
1. Cara Mengatur dan Mengurangi Gula (Maksimal 4 SDM / 50
gram)
Target
utama pengurangan gula adalah added sugar (gula tambahan), bukan gula
alami yang ada pada buah atau susu.
·
Ganti camilan
manis: Alihkan konsumsi kue, donat, atau
martabak ke buah segar potong. Buah memberikan rasa manis alami sekaligus serat
yang memperlambat penyerapan gula.
·
Pangkas minuman
manis secara bertahap: Jika terbiasa
minum kopi/teh dengan 2 sendok gula, kurangi menjadi 1 sendok, hingga akhirnya
terbiasa tanpa gula. Hindari teh kemasan, boba, dan soda.
·
Waspadai
"Gula Tersembunyi":
Baca label kemasan. Gula sering disamarkan dengan nama lain seperti sukrosa,
glukosa, fruktosa, sirup jagung (high-fructose corn syrup), maltodestrin,
atau dekstrosa.
2. Cara Mengatur dan Mengurangi Garam (Maksimal 1 SDT / 2000
mg Natrium)
Pengurangan
garam sangat krusial untuk menjaga tekanan darah Anda tetap stabil di rentang
normal.
·
Gunakan rempah
alami sebagai penyedap: Maksimalkan
penggunaan bawang putih, bawang merah, ketumbar, merica, jahe, asam jawa, atau
lemon untuk memperkuat rasa masakan tanpa mengandalkan garam atau MSG.
·
Batasi makanan
olahan dan kalengan: Makanan seperti mi instan, sosis,
kornet, nugget, dan keripik mengandung natrium (garam) yang sangat tinggi
sebagai pengawet.
·
Kurangi saus
tambahan: Batasi penyemprotan saus sambal,
saus tomat, kecap asin, atau mayones di meja makan. Biasakan mencicipi makanan
terlebih dahulu sebelum menambahkan garam.
3. Cara Mengatur dan Mengurangi Lemak (Maksimal 5 SDM / 67
gram)
Fokus
utamanya adalah menghindari lemak jenuh dan lemak trans yang dapat menyumbat
pembuluh darah.
·
Ubah metode
memasak: Kurangi teknik menggoreng terendam
(deep frying). Beralihlah ke metode mengukus, merebus, memanggang (baking),
atau menumis dengan sedikit minyak.
·
Pilih sumber
lemak baik: Ganti minyak sawit dengan minyak
zaitun atau minyak kanola jika memungkinkan. Konsumsi lemak sehat dari alpukat,
ikan (seperti salmon atau kembung), dan kacang-kangan dalam porsi wajar.
·
Batasi santan
kental dan produk hewani berlemak:
Kurangi konsumsi gorengan, jeroan, daging berlemak, kulit ayam, serta masakan
bersantan kental yang dipanaskan berulang kali.
Tips Tambahan: Terapkan Aturan "Isi Piringku"
Saat
makan, bagilah piring Anda menjadi 3 zona: 50% berisi sayur dan buah, 25%
berisi karbohidrat kompleks (nasi merah/oat/kentang), dan 25% berisi lauk pauk
rendah lemak (tahu, tempe, dada ayam, ikan). Pola ini secara otomatis akan
memotong porsi GGL yang masuk ke tubuh Anda.

No comments:
Post a Comment