torototheong

Media Berbagi Semoga ada Manfaatnya ...

Breaking

Saturday, 17 October 2026

PEMALAS ITU KEAHLIANNYA HANYALAH MENCARI ALASAN

 PEMALAS ITU KEAHLIANNYA HANYALAH MENCARI ALASAN

 Pernahkah kamu melihat seseorang yang sepanjang hari sibuk berbicara, tetapi jarang menghasilkan sesuatu? Ketika diminta berbuat, mulutnya cepat menjawab, tetapi kakinya lambat melangkah. Itulah ciri orang yang keahliannya hanya satu: mencari alasan.

Alasan Selalu Lebih Banyak dari Usaha

Bagi orang yang rajin, satu alasan untuk berbuat sudah cukup. Namun bagi pemalas, seribu satu alasan tersedia setiap kali ada tugas yang harus diselesaikan.

·         "Waktu belum pas."

·         "Saya belum siap."

·         "Nanti saja, besok lebih cocok."

·         "Bukan tugas saya."

·         "Kalau saya lakukan, nanti yang lain ikut menumpuk."

Kata-kata ini terdengar masuk akal, padahal hanyalah benteng untuk melindungi diri dari kerja keras. Alasan menjadi tameng yang nyaman — karena dengan alasan, ia tidak perlu berbuat apa-apa, sekaligus merasa tidak bersalah.

Alasan Menjadi Kebiasaan yang Mengerikan

Awalnya, mencari alasan hanyalah cara agar tidak disukai orang lain menganggap diri malas. Lama-kelamaan, hal ini berubah menjadi kebiasaan yang mendarah daging.




Ketika pekerjaan tidak selesai, alasannya sudah disiapkan sebelum ditanya.

Ketika kesempatan datang, ia mencari alasan untuk menolak.

Ketika orang lain maju, ia mencari alasan untuk meremehkan, berkata: "Ia hanya beruntung."

Ia tidak sadar, setiap kali mengucapkan alasan, ia sedang menutup pintu kemajuan sendiri. Alasan yang diucapkan untuk menghindari kerja, pada akhirnya justru mengurangi peluangnya untuk berkembang.

Saat Kesempatan Hilang, Alasan Semakin Keras

Yang menyedihkan adalah: ketika kesempatan sudah lewat, pemalas tidak menoleh pada dirinya sendiri. Ia justru semakin lihai mencari siapa yang harus disalahkan.

·         Jika gagal, alasannya orang lain tidak menolong.

·         Jika tertinggal, alasannya keadaan tidak mendukung.

·         Jika miskin, alasannya nasib tidak berpihak.

Ia tidak pernah menyadari bahwa kegagalannya bukan karena langit tidak berpihak, melainkan karena ia selalu menunda dan mencari jalan termudah untuk menghindari usaha.

Perbedaan Orang Berhasil dan Pemalas

Perbedaannya sederhana saja:

·         Orang yang maju berkata: "Bagaimana saya bisa melakukannya?"

·         Orang yang malas berkata: "Mengapa harus saya yang melakukannya?"

Satu orang sibuk mencari cara, yang lain sibuk mencari alasan. Satu orang bergerak meski belum sempurna, yang lain diam menunggu segala sesuatu sempurna — yang tidak akan pernah datang.

Penutup

Ingatlah: alasan tidak akan pernah mengerjakan pekerjaanmu, tidak akan membantumu maju, dan tidak akan menyejahterakan keluargamu. Alasan hanya menyelamatkanmu sebentar dari lelah, tetapi menjebakmu selamanya di tempat yang sama.

Jangan jadikan alasan sebagai keahlianmu. Jadikanlah kerja, ketekunan, dan keberanian berusaha sebagai tanda namamu.

No comments:

Tetap Jaga Kesehatan