torototheong

Media Berbagi Semoga ada Manfaatnya ...

Breaking

Monday, 28 September 2026

Jendela Emas di Balik Pagar Tinggi

 Jendela Emas di Balik Pagar Tinggi

 

Di balik deretan rumah berdinding papan, jalanan berlumpur, dan selokan yang kerap meluap, berdiri pagar tinggi berwarna abu-abu. Warga menyebutnya "Kota Kecil di Dalam Tembok".



Tak ada yang tahu persis kapan bangunan-bangunan itu mulai tumbuh di sana. Awalnya hanya gedung tua yang terbengkalai. Lalu, muncul bangunan-bangunan baru: rapi, berlantai marmer mengkilap, lengkap dengan ruang tamu luas, dapur bersih, kamar mandi bergranit, bahkan peralatan olahraga dan tempat parkir luas. Bagian dalamnya seperti apartemen berbintang — nyaman, sejuk, jauh dari bising dan debu yang menguasai lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, di luar pagar, hujan masih mengubah jalan menjadi lumpur. Anak-anak masih bermain di tepi selokan yang airnya keruh. Listrik kadang padam berjam-jam.

"Siapa yang menempati rumah-rumah itu?" tanya warga berbisik. Katanya, bukan mereka yang tinggal di gubuk-gubuk itu. Bukan pula mereka yang setiap hari berjuang mencari nafkah di jalanan yang rusak.

Suatu hari, sekelompok orang datang memeriksa. Mereka mendapati pintu-pintu yang tertutup rapat, perlengkapan lengkap yang tak layak untuk sekadar "tempat istirahat", bahkan kemewahan yang tak terbayangkan oleh warga di luar.

Ketika kebenaran tersibak, satu pertanyaan menggema di mana-mana:

"Mengapa kenyamanan setinggi ini hanya ada di balik tembok, sementara di luarnya masih banyak yang belum punya tempat kering untuk berteduh?"

Bangunan itu akhirnya diketahui bukan milik warga yang membutuhkan, melainkan kemewahan yang dinikmati segelintir orang — di tempat yang seharusnya sama-sama diperbaiki.

Hingga kini, pagar itu masih berdiri. Dan di baliknya, ada pelajaran pahit: kemewahan yang tak merata di tengah kesulitan bukanlah kemajuan — itu adalah luka yang makin melebar.

No comments:

Tetap Jaga Kesehatan