Memahami Tekanan Darah
Sistolik (Angka Atas):
Mengukur tekanan di arteri saat jantung Anda berdetak dan memompa darah. Jika
angka ini tinggi, risiko serangan jantung dan stroke akan meningkat
Diastolik (Angka Bawah): Mengukur tekanan di arteri saat
jantung beristirahat di antara detak. Jika angka ini tinggi secara konsisten,
Anda lebih rentan terhadap penyakit aorta dan aneurisma.
Kondisi Spesifik Mana yang Lebih Diprioritaskan?
Fokus Sistolik:
Bagi orang dewasa yang lebih tua, tekanan sistolik jauh lebih penting untuk
memperkirakan risiko stroke dan serangan jantung. Angka sistolik yang tinggi
dengan diastolik normal sering disebut Hipertensi Sistolik Terisolasi dan
memerlukan perhatian serius
Fokus Diastolik: Pada usia muda (di bawah 60 tahun),
dokter terkadang lebih memerhatikan diastolik sebagai indikator awal risiko
tekanan darah tinggi.
Walaupun
salah satunya mungkin menjadi fokus utama pada kondisi tertentu, Anda tetap
harus memantau kedua angkanya. Pembacaan ideal secara umum adalah di bawah 120
/ 80 mmHg
Seumpama Tekanan darah kita 132/79 mmHg tidak termasuk dalam
kategori normal. Angka ini masuk dalam klasifikasi Pra-hipertensi (Normal-Tinggi) atau Hipertensi Stadium 1.
Berikut rincian status untuk bacaan
tensi tersebut:
·
Sistolik
(Angka Atas - 132 mmHg): Masuk dalam batas tinggi. Tekanan
darah normal adalah kurang dari 120 mmHg.
·
Diastolik
(Angka Bawah - 79 mmHg): Masih berada dalam batas normal
(normal optimal adalah kurang dari 80 mmHg).
·
Apa yang
Harus Dilakukan?
Karena
angka atas sudah mulai meningkat, langkah pencegahan penting untuk dilakukan
agar tidak berkembang menjadi darah tinggi (hipertensi)
Kurangi
garam: Batasi asupan natrium harian Anda.
Jaga
pola makan: Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan berserat.
Rutin
bergerak: Lakukan olahraga teratur, seperti jalan cepat, minimal 20-30
menit sehari.
Kelola
stres & istirahat cukup: Stres dapat memicu lonjakan tekanan darah
No comments:
Post a Comment