SELAMAT DATANG

Image Hosting


Jembatan pendek “ gorong-gorong” kali kecil yang melintas membelah antara desa Karanganyar dan Kertaharja kian hari kian tergerus dan amblas. Sejak jalur jalan desa Karanganyar diperbaiki serta merta banyak kendaraan yang melintas dari berbagai jalur lain, termasuk kendaraan dengan muatan “kelas berat”. Hal ini menyebabkan kondisi jalan terutama bagian gorong-gorong dengan kapasitas tonase rendah mengalami kerusakan. Sudah ada upaya warga menutup jalan untuk kendaraan roda enam namun hal itu tidak bisa bertahan lama tiap terpasang beberapa saat kemudian sudah terlepas dan berantakan kembali. Kini kondisi jalan di gorong-gorong tersebut kian mengecil dan semakin dalam. Potensi untuk ambruk/jebol sangat mungkin terjadi. Dan apabila hal itu benar-benar terjadi maka terputuslah jalur angkot 10 serta wilayah karanganyar menuju ciamis menjadi tersendat .......

Diposkan oleh UJU GUNAWAN, S.Pd. M.Pd. Jumat, 02 Maret 2012 0 komentar


Jalur jalan Karanganyar Bojong yang beberapa saat lalu licin setelah diperbaiki, kini mulai dihiasi kembali kolam kolam ditengah jalan. Seringkali kendaraan berebut jalan dan berpotensi bersinggungan, belum lagi cipratan-cipratan air kotor seringkali menghujani pengendara sepeda motor yang akan menuju tempat kerja. Upaya pembuatan saluran pembuangan seringkali dilakukan warga namun upaya seperti itu tidak cukup memecahkan masalah ... kini kolam kian memanjang dan dalam .....

Diposkan oleh UJU GUNAWAN, S.Pd. M.Pd. Kamis, 01 Maret 2012 0 komentar



HATI-HATI KELELAWAR BERSARANG

Kelelawar adalah jenis binatang berkelompok, walaupun tidak terlalu jelas kepemimpinannya, namun demikian mereka senang bergerombol dan tinggal bersama-sama dalam suatu tempat yang dianggap nyaman.

Ketika mereka tinggal tidak terlalu dekat dengan manusia tidak menimbulkan persoalan, bahkan ketika mereka bersarang di atap rumah juga dalam jumlah dibawah 20 ekor tanpa perhatian serius hampir tdak diketahui keberadaanya. Kebiasaan mereka terbang dan datang tanpa kegaduhan hanya saja dalam waktu lama kotoran mereka mulai menimbulkan bencana. Aroma kelelawar sangat menyengat dan beracun ini merupakan masalah serius. Belum lagi mereka beranak pinak bahkan kebiasaan membawa teman baru adalah keadaan yang sangat mempercepat keadaan mereka menjadi beratus-ratus. Ketika sudah seperti ini penghuni rumah mulai sangat terganggu dengan bau yang menyengat serta kegaduhan suara-suara mereka siang malam.

Jika ada yang anggap enteng ya usir saja misalnya. Justru cara pengusiran inilah yang relatif sangat sulit. Jika sudah banyak mereka tak takut apapun bahkan cenderung nyaman dengan segalan keadaan. Disemprot, dipasang frekuensi pengusir, diasap bahkan diobrak abrik hanya akan menghalau mereka barang sejenak saja. Biasanya apabila mereka masih bisa mencium bau kotoran dan kencing mereka maka akan kembali dengan segera dan tinggal dengan nyaman kembali.

Beberapa bangunan besar ada yang sampai harus dibongkar atapnya hanya karena ingin mengusir ribuan kelelawar yang bersarang. Ada pula yang kotoranya tiap hari jatuh jika dikumpulkan berkarung-karung ...

Keadaan seperti ini sering terjadi pada bangunan-bangunan tidak berpenghuni tetap, sebab biasanya dengan sesulit apapun jika di bangunan berpenghuni selalu diusir dan diusir. Hal ini menimbulkan kelelawar tidak terlalu betah dan kalaupun memaksakan tinggal tidak terlalu banyak. Tapi ketika dibangunan tidak berpenghuni tetap seperti GOR, pabrik, kantor bahkan sekolah ini berpotensi kelelawar bersarang banyak apalagi bila tidak terlalu diperhatikan oleh orang-orang yang beraktifitas di sana. Masalah pula kelelawar keluar menjelang magrib dan masuk selepas subuh jadi tentu saja saat siang hari seperti tidak ada aktifitas apa-apa. Ini mengakibatkan tidak ada penanganan apapun dilakukan. Ketika sudah diatas ratusan biasanya siang hari pun menimbulkan kegaduhan tapi tanpa perhatian serius hal ini pun sering terabaikan. Tau-tau atap eternit basah dan jebol aroma kelelawar menyeruak kotoran pun berhamburan.

Jika hal ini terjadi di bangunan sekolah tentu saja sangat mengganggu kesehatan para siswa. Untuk itu disarankan setiap sekolah mengecek keadaan bangunan termasuk dipakai sarang atau tidak oleh kelelawar. Jika ada tanda tanda kelelawar bersarang secepatnya nyatakan perang lakukan pengusiran dan pengusiran sebelum ribuan kelelawar bergerombol datang dan pergi mengganggu kesehatan kita semua.

Diposkan oleh UJU GUNAWAN, S.Pd. M.Pd. Minggu, 10 Juli 2011 0 komentar


“DOGER MONYET"

Ting – tilingtingting tilingtingting ...

Doger monyet di juru liuh raflesia
Rame kolot budak eak-eakan
Si monyet beuki motah ....
Mangrupa rupa kalakuan dipilampah

Kenyed rante di kenyed ...
Lung kopeah ... lung sajadah ...

Kenyed kenyed rante di kenyed
Culang-cileung ...
Rap kopeah nyengsol, bar sajadah ngampar
Deker monyet niru-niru solat
Takbir, ruku sujud ... siga nu enya
Pamohalan ngarti, komo eusi

Ting – tilingtingting tilingtingting ...

”doger monyet”
Sigana lain ngan ukur di raflesia

Ting – tilingtingting tilingtingting ...
Ting – tilingtingting tilingtingting ...

Diposkan oleh UJU GUNAWAN, S.Pd. M.Pd. Sabtu, 25 Juni 2011 0 komentar

Tata Cara Sholat Jenazah/Ghaib

Shalat Jenazah merupakan shalat yang tidak perlu ruku’ dan sujud. Yang kita lakukan hanyalah berdiri, takbir sebanyak empat kali dengan diselingi bacaan dan doa tertentu lalu salam.
Rukun Shalat Jenazah
Shalat jenazah itu terdiri dari 8 rukun.
1. Niat
Shalat jenazah sebagaimana shalat dan ibadah lainnya tidak dianggap sah kalau tidak diniatkan. Dan niatnya adalah untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam agama yang lurus , dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. Al-Bayyinah : 5).
Rasulullah SAW pun telah bersabda dalam haditsnya yang masyhur :
Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya.” (HR. Muttafaq Alaihi).
Niat itu adanya di dalam hati dan intinya adalah tekad serta menyengaja di dalam hati bahwa kita akan melakukan shalat tertentu saat ini.
2. Berdiri Bila Mampu
Shalat jenazah tidak sah bila dilakukan sambil duduk atau di atas kendaraan (hewan tunggangan) selama seseorang mampu untuk berdiri dan tidak ada uzurnya.
3. Takbir 4 kali
Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah.
Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali. (HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)
Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.
4. Membaca Surat Al-Fatihah
5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW
6. Doa Untuk Jenazah
Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :
Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya. (HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).
Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :
Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi.
Ada juga artikel lain yg menuliskan:
Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu.
7. Doa Setelah Takbir Keempat
Misalnya doa yang berbunyi :
Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu
8. Salam
Jadi secara urutannya adalah sebagai berikut :
1. Takbiratul Ihram seperti biasa
**Membaca Al-Fatihah
2. Takbir
** Membaca Shalawat kepada Nabi SAW : Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad?
3. Takbir
** Membaca Doa : Allahummaghfir lahu war-hamhu . . .
4. Takbir
** Membaca Doa : Allahumma Laa Tahrimnaa Ajrahu
5. Mengucap Salam
Kalau ada yang salah / kurang mohon di bantu yaaa…
Sumber:indoforum

Diposkan oleh UJU GUNAWAN, S.Pd. M.Pd. Selasa, 22 Maret 2011 0 komentar


Memenuhi permintaan penggemar halaman Trend Keluarga Sehat Indonesia di facebook.com, berikut ini diturunkan tulisan mengenai cacar air dari tulisan berjudul Mengatasi Cacar Air Secara Alamiah oleh Prof HM Hembing Wijayakusuma. Sedangkan untuk tips menghilangkan bekas cacar air bersumber dari arsip MAILING LIST DOKTER INDONESIA.

Hampir setiap orang pernah mengalami cacar air. Penyakit ini memang tidak pandang bulu, sebab dapat menyerang semua ras, segala umur, laki-laki atau perempuan, baik di daerah perkotaan maupun di pedesaan. Orang kulit putih, hitam dan coklat dapat terkena. Anak-anak, remaja, orang dewasa, semuanya dapat terkena cacar air.

Namun, pada umumnya penyakit ini lebih banyak menyerang anak-anak usia 2-8 tahun. Cacar air bawaan (kongenital) dapat terjadi pada bayi dalam kandungan ibu yang terserang cacar air. Infeksi cacar air pada bayi yang baru lahir dari seorang ibu yang sehat, jarang terjadi.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus herpes varicella-zoster dan merupakan penyakit menular. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan kontak tidak langsung. Kontak langsung dapat terjadi melalui cairan pernafasan dan kontak langsung dengan kulit penderita. Ruam pada kulit yang mulai merekah dan pecah sangat menular.

Kontak tidak langsung terjadi melalui udara. Menghirup udara yang mengandung kuman virus herpes varicella-zoster dapat menyebabkan seseorang terserang cacar air.

Cacar air dapat membahayakan dan menimbulkan kematian pada penderita kanker dan orang yang mengalami defisiensi sistem imun (penurunan fungsi sistem imunitas/kekebalan tubuh). Turunnya fungsi sistem imunitas tubuh tersebut menyebabkan tubuh tidak mempunyai kekebalan dan sistem ketahanan untuk melawan serangan virus penyebab cacar, sehingga kondisi penderita melemah yang pada akhirnya dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal.

Pada anak yang diberi beberapa jenis obat yang berefek pada menurunnya sistem imunitas tubuh, cacar dapat menyebabkan kematian, sebab tubuh tidak mempunyai sistem pertahanan untuk menghancurkan virus penyebab cacar. Penyakit ini juga membahayakan seorang ibu dan bayi yang dikandungnya.

Gejala-gejala cacar air adalah:

* Munculnya ruam-ruam di kulit
Cacar air ditandai dengan bintik-bintik merah berupa gelembung berisi gelembung cairan bening yang muncul setelah 24 jam terinfeksi virus herpes varicella-zoster. Bintik-bintik merah yang muncul di kulit penderita disebut dengan ruam. Ruam tersebut biasanya menimbulkan rasa gatal. Bekas ruam yang ditimbulkan itu pada umumnya akan hilang, tetapi ruam yang terkena infeksi dan merusak lapisan kulit biasanya membekas di kulit. Ruam yang terinfeksi akan bernanah. Lalu akan timbul lepuh kemerahan di punggung dan kepala, yang mudah pecah. Pecahnya ruam, menyebabkan cairan keluar dan terbentuklah keropeng. Ruam menyebar ke muka dan jarang ke tungkai dan lengan. Lepuh akan berlanjut 3-4 hari.

Kadang-kadang dijumpai ulkus (luka) pada membran mukosa mulut, alat genital dan mata. Gatalnya ruam menyebabkan penderita menggaruknya yang menyebabkan infeksi, keropeng dan menimbulkan infeksi baru.
* Demam, kepala terasa agak sakit dan tidak enak badan
* Suhu badan meningkat
* Nafsu makan menghilang
* Dalam kondisi parah, ruam-ruam dapat muncul di wajah dan anggota gerak, tangan, lengan, kaki dan lain-lain.

Tips untuk mencegah cacar air, antara lain:

* Menjaga kebersihan badan, pakaian dan lingkungan.
Pakaian dan lingkungan kotor merupakan sumber dari penyakit. Badan yang kotor akan mudah terinfeksi oleh kuman penyakit.
* Mengkonsumsi makanan bergizi
Makanan bergizi membuat tubuh sehat dan berstamina kuat sehingga dapat menangkal serangan infeksi kuman penyakit
* Menghindari sumber penularan penyakit cacar air
* Imunisasi vaksin cacar air

Perawatan terhadap penderita cacar air:

* Mengganti baju penderita setiap hari
* Menaburkan bedak antigatal pada bagian tubuh yang terkena cacar air untuk mengurangi rasa gatal dan agar ruam menjadi lebih cepat kering.
* Memisahkan penderita dengan orang yang sehat agar cacar air tidak menular pada yang lain.
* Mandi dengan menggunakan air hangat yang telah dicampur dengan obat antigatal setiap hari.
* Memotong kuku agar tidak menggaruk ruam-ruam pada kulit, sehingga tidak timbul infeksi baru.
* Memberikan kondisi nyaman pada penderita agar dapat beristirahat dengan nyaman dan mempercepat proses kesembuhan

Kombinasi beberapa tanaman berkhasiat obat dapat diramu menjadi obat tradisional yang dapat mengatasi cacar air. Berikut ini adalah ramuan obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi cacar air:

Pemakaian dalam :
Resep 1 :
30 gram temu lawak + 25 gram kencur + 15 gram asam jawa + 15 gram jahe, dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2-3 kali sehari.

Resep 2 :
2 buah mengkudu matang dicuci dan dijus, atau diparut dan diambil airnya, lalu diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.

Pemakaian luar :
Resep 1 :
Kunyit + daging buah asam (asam kawak) masing-masing secukupnya ditumbuk halus, tambahkan minyak kelapa secukupnya, dipanaskan sebentar, setelah dingin dioleskan pada bagian kulit yang terkena cacar air.

Resep 2 :
Daun asam dan kunyit masing-masing secukupnya dicuci dan dihaluskan, lalu dipakai untuk mengoles kulit yang gatal karena cacar air.

Catatan: untuk perebusan gunakan periuk tanah atau panci enamel atau panci kaca.

CARA MENGHILANGKAN BEKAS LUKA CACAR DI WAJAH

Berikut ini tanya jawab di MAILING LIST DOKTER INDONESIA:
Tanya: Dokter dan member sekalian. Saya berumur 36 tahun dan minggu lalu baru sembuh dari cacar air yg ditularkan dari keponakan saya. Masalah saya sekarang adalah setelah sembuh dan kering cacar air tersebut meninggalkan bekas berupa noda hitam di hampir seluruh wajah saya. Saya telah ke dokter kulit karena sangat dianjurkan agar dapat mempercepat pemulihan kulit wajah agar kembali seperti semula. Oleh dokter saya diberikan sbb: 1. Sabun muka. 2. Cleanser. 3. Anti oxidan (oles). 4. Lotion B utk dipakai siang hari. 5. Anti Acne 6. Antibiotik Nichomicyn – lincomycin 500mg utk 14 hari. 7. Tablet madecassol utk 14 hari.

Lalu saya mendapat informasi dari internet bahwa pemakain jagung muda yang diparut juga dapat membantu mempercepat pemulihan kulit wajah. Apakah tidak masalah kalau saya kombinasikan antara pengobatan dari dokter kulit dan pengobatan tradisional menggunakan jagung muda?

Kira2 berapa lama pemulihan kulit muka ini berlangsung hingga menjadi kembali seperti semula mengingat noda hitam bekas cacar dimuka saya sangat banyak dan hampir menutupi seluruh wajah karena hal ini sangat mengganggu aktifitas pekerjaan saya. Mohon informasi dari dokter dan rekan sekalian mengenai pemulihan kulit akibat cacar air ini. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas tanggapannya.

Tanggapan: Semestinya sebelum luka2 bekas cacar air tsb mengering anda sudah harus menggunakan parutan jagung muda (dipakai seperti bedak dingin); sehingga noda2 hitam tsb tidak sampe terjadi (saya pernah posting di MLDI dulu sekali, sayangnya file tsb dah gak ada); tetapi karena sudah terlanjur demikian; ya pengobatan dari dokter kulit anda diteruskan aja dengan dibantu parutan jagung muda dan mengkonsumsi jus pegagan segar (u/ mempercepat regenerasi sel pada luka2 bekas cacar tsb); agak sulit memang mencari tanaman pegagan segarnya; jadi alternatif lainnya adalah ekstrak pegagan dalam kemasan kapsul (hati2 harus ekstraknya dan bukan bubuknya lho!).

Mengenai berapa lama waktu pemulihan/penyembuhannya tiap orang kan gak sama; saya harap saja anda cukup memiliki kesabaran dalam prosesnya (yang agak makan waktu). Semoga bisa terbantu.

Tanggapan balik: Saya mendapat info lagi dari ipar saya bahwa kacang hijau yg direndam dalam air sampai kacang hijau tsb membesar kemudian ditumbuk juga bisa mambantu pemulihan kulit akibat cacar air dengan cara dioleskan pada wajah. (*)

Diposkan oleh UJU GUNAWAN, S.Pd. M.Pd. Senin, 21 Maret 2011 0 komentar



LANGSUNG JAGJAG
Carpon:
Ti poe ka poe jalma nambahan ngaraleut pabuburit muru lapang maen bal. Nini-nini, aki-aki , kolot, budak ngabring muru hiji tempat , lain rek nongton maen bal tapi rek upaya uubar panyakit sewang-sewangan. Di eta tempat unggal pasosore bada asar di gelar tenda badag ku sabaraha urang nu geus rancingeus pisan tuluy teu sababaraha lila kurunyung “mama anom” minangka jalma nu ceuk beja parigel pisan kana nambaan mangrupa-rupa panyakit. Rek panyakit lahir atawa panyakit bathin sakabehna bisa diubaran kalayan hasil nu kacida pikahemengeunana.
Eta rombongan pengobatan alternative teh ceuk beja mah datang ti Antah Berantah ngahaja muka sarana pengobatan gratis, eta oge ceuk mama anom pedah aya wangsit kudu muka praktek di tempat ieu.
Tangtu wae eta rombongan geus menang idin ti pamarentahan satempat oge di perenahkeun di hiji imah, ngan aya pantangan eta rombongan teu bisa muka praktek salianti di tenda nu digelar dilapang ti wanci asar kasorenakeun. Sakumaha ripuhna teu menang mawa pasen ka imah tempat eta rombongan ngarereb.
“Etamah sarat nu kudu dilakukeun ku eta rombongan di mana wae keur muka praktekna”, kitu ceuk mama anom nu kurang leuwih umurna 30 taunan.
Poe ka hiji ka duamah nu daratang jalma-jalma ceuk istilahna nu gampang percaya kana hal-hal mistik tapi ari poe saterusna nungtutan tepika jalma-jalma ngalarti oge ku elmu akademik jeung elmu agamana laluhur nungtutan daratang milu atawa sakadar nganteur kulawarganan tatamba.
Aya deui kaanehan sejen mun tatamba ka eta rombongan, nyaeta saha nu diubaran bener-bener hak prerogative mama anom. Rek kakara jol oge mun ceuk mama anom katunjuk tuluy diubaran tapi lamun can waktuna sanajan geus datang 3 poe sarta ngagoler ngalelempreh dina taneuh handapeun tenda di antep we da ceuk mama anom percuma lamun can aya wangsit ti eyangna nu aya di lembur Antah Berantah.
“ Duh, kacida teuing si ema geus tilu poe direreyang jaba nyewa kolbak geus sabarahaeun can kabagean wae ditambaan, ari rek eureunan sugan jeung sugan geuwat katambaan”, ceuk mang Dadang nu unggal poe mawa indungna nu geus struk ripuh.
Eta kasus saperti mang Dadang mungkin wae kaalaman ku jalma-jalma sejena, akibatna unggal poe maksakeun indit ka lapang dina harepan bisa aya jodo katunjuk ku mama anom.
Kungsi aya saurang nu gering geus sabaraha poe datang can katunjuk wae, dina hiji poe anakna aya halangan, kadinya deui teh poe isukna, na atuh ceuk mama anom wayahna sigana moal bisa kaubaran sabab bageanana poe kamari anu waktu teu datang tea. Ku sabab kitu ampir unggal jalma nu hayang tatamba maksakeun datang unggal poe balukarna beuki ngaliud luar biasa. Kayaan kitu the rada kaharti da memang nu datang teh najan teu langsung “dicabak” ku mama anom ari cai dina toples mah pasti kabagean anu poe isukna eta toples kudu dibawa deui pikeun meunang cai tamba anu nayar, anu cenah mun geus nginum eta cai awak karasa harampang, ceuk nu geus ngarasaan. Eta cai Gratis tis tis tis … tapi lamun nu geus ngarasa “dicabak” sarta butuh minyak-minyak ramuan pikeun pangobatan nu leuwih paten disayagikeun mangrupa-rupa harga.
“Tapi najan henteu meuli minyak ramuan oge teu nanaon etamah penjagaan wungkul bisi hiji waktu iraha-iraha panyakit karasa deui”, Kitu ceuk mama anom ka balarea
Ongkoh deui beja beuki nerekab ngalegaan. Ti luar desa oge ti luar kacamatan mimiti daratang. Rek teu kitu kumaha sabab pangobatanana kacida ahengna. Nu paling matak narik waktu aya jalma nu gering ripuh leuleus lungse teu bisa walakaya, datang kadinyana oge digarotong ku anak incuna tapi sabada “dicabak” ku mama anom langsung jagjag waringkas balikna langsung lempang sorangan naek kana mobil ku soranganana, anak incuna naluturkeun. Kajadian ieu nyata disaksian ku jalma rea malah kuring sorangan nyaksian kana kajadian nu kawilang aheng eta.
Tah ti poe harita nu daratang beuki loba, aya memang nu ngan ningali wungkul bari pinuh tanda tanya. Tapi pikeun jalma nu boga panyakit komo panyakit nu kasebutna ripuhma panyakit beurat maksudteh sigana tungtungnamah hayang nyobaan milu ngariung handapeun tenda sugan katunjuk ku mama anom atuh sabehdieueunanamah sangkan menang cai ubar dan cenah ari ku remen mah ku cai ubar wungkul oge bisa ngalengitkeun panyakit nu nyangkaruk dina awak.

Kacaritakeun pangalaman mang dahlan tatangga kuring nu ayeunamah geus jenatna, harita milu tatamba jeung rombongan sakolbal pagelek-gelek. Harita mang Dahlan kasorang struk tapi geus rada cager nu nyesa teh mapah can jagjag bari mun ngobrol rada balelo. Basa ku kuring ditanggap harita mang dahlan ngadongeng mani sumanget pisan. Kieu dongengnateh:
“ Kuringmah ka asup untung dibanding jeung baturmah, sabab sanajan teu langsung dicabak ku mama anom poe kahiji langsung dicarabak ku asisten mama anom. Di pencet disasar malah aya carita pikabungaheun yen panyakit kuring gampang cageurna mun geus di cabak ku mama anom ngan aya saratna” ceuk mang dahlan
“naon cenah saratna?”, ceuk kuring panasaran
“memeh dicabak ku mama anom lamun hayang “cageur permanen” wayahna teu meunang nincak taneuh, malah ditanya tumpak naon kadieu?, oge sigana saking ku karunyaeun ka kuring eta asisten mere ongkos jang numpak ojeg lamu poe isuk kadieu, kana ojeg teh sangkan bisa asup ka lapang tapi ulah deukeut teuing ka tenda cenah, wayahna asup katenda mah supaya ulah nincak taneun kudu digotong bae ke lamun geus mama anom datang, samemeh mama anom datangmah wayahna ngadagoan wae dina motor ulah turun malah lamun bisa mah sing pas datangna geus jelema loba daratang sangkan teu cangkeul ngadagoan, kade omat ulah nincak taneuh” kitu pesen ti asisten mama anom teh.
“Kumaha ku mang Dahlan dilakukeun?:
“Ih atuh puguh we, eta sakumaha parentah teh dilakonan”
“Kosi dicabak ku mama anom?, kumaha harita mulangna?”
“Kosi diubaran, mulangnamah mapah we megat angkot da kajeun nincak taneuh oge ari geus diubaranmah”
“Kumaha ayeuna karasana?”
“Asa rada leuheung meueusan”
Kurang leuwih ngan sakitu obrolan harita teh, teu mangkuk sabaraha poe aya beja mang Dahlan geus tilar dunya. Etamah tangtu wae geus waktuna, nepi kana papastena. Teu aya hubunganana jeung naon-naon nu karandapan samemehna. Mudah-mudahan wae mang Dahlan almarhum ditarima Iman Islamna ditempatkeun dina tempat anu mulya mungguh Allah SWT. Amin.
Ngan cenah aya beja deui hawar-hawar teu pajauh waktuna, rombongan pengobatan alternative di usir ku pamarentah desa satempat duka naon alatan nu jelasnamah.

Dina pikiran jalma loba kaasup kuring sorangan sanajan aya beja eta rombongan ka asup “bermasalah” masih keneh nyesa kapercayaan ka eta rombongan saking ku bisana nambaan jalma nu ripuh teu walakaya langsung bisa jagjag waringkas sapada harita.
Ngan kabehdieunakeun inget kana lalakon jenatna mang Dahlan anu kacida tumut kana sarat-sarat anu diparentahkeun nepi ka diongkosan sagala supaya naek ojeg tuluy kudu digarotong da ulah nincak taneuh tea, kapikir meureun ceuk jalma rea harita nu teu apaleun sapopoe mang Dahlan disangkana mang Dahlan gering ripuh teu bisa walakaya. Tuluy sabada diubaran mang Dahlan leumpang ngagandeuang megat angkot mulang ka imahna bari dina pikiranana pinuh ku harepan cageur, teu sadar harita padahal jelema loba marelong hareugeueun..
Beu!

Karanganyar, November 2010 katompernakeun.

Diposkan oleh UJU GUNAWAN, S.Pd. M.Pd. Kamis, 02 Desember 2010 0 komentar




Ini adalah keadaan jl. yang menghubungkan Desa Karanganyar dengan Bojong, jalur angkot 11 yang dibiarkan menjadi kolam renang yang LUCU

Diposkan oleh UJU GUNAWAN, S.Pd. M.Pd. Kamis, 18 November 2010 3 komentar

PELAJARAN DARI BAH MARIDJAN

Uju Gunawan.

Merapi mengamuk memang sudah waktunya. Bah Maridjan tewas pun sudah waktunya. Segenap kejadian sudah demikian suratannya. Namun dibalik semua itu penuh pembelajaran berharga bagi kita. Kita senantiasa harus berupaya mencari jalan terbaik, mencari jalan aman. Kita harus selalu berusaha walaupun tidak diwajibkan untuk berhasil.

Seperti penomena meletusnya gunung merapi dengan kasus Bah Maridjan, ini banyak dikomentari dari berbagai sudut pandang. Kematian Bah Maridjan di apresiasi secara beragam. Ada yang seolah sangat membenarkan bahkan cenderung memuja sikap Bah Maridjan yang tak mau turun dalam rangka menjaga gunung merapi. Ada pula yang menyalahkan sikap yang tidak realistis menyikapi kejadian alam. Dilain pihak lagi menyalahkan karena tidak mematuhi himbauan pemerintah setempat yang menyuruh turun.

Kenapa bisa begini? Kesalahan prosedur dimana hingga terjadi seperti ini.

Banyak hal yang melatarbelakangi semuanya, namun tentu saja ini harus disikapi. Kasus seperti ini hendaknya tidak terjadi lagi.

Bah Maridjan yang sangat taat pada tugasnya sebagai penunggu merapi (dalam persepsinya) juga dilatar belakangi pengalaman hidup dengan literature-literatur ketaatan abdi dalem mempunyai ukuran-ukuran “disiplin kerja” tertentu dalam kapasitas tugasnya.
Plus pola pikir / keyakinan tertentu tentang hal-hal diluar jangkauan masa kini, membuat Bah Maridjan menentukan langkah yang mengantarkan pada akhir hidupnya.

Sikap apapun jika muncul dari pemikiran yang murni merasa benar -menurut persepsinya- menurut kapasitas keilmuannya – menurut kata hatinya plus keyakinannya maka benarlah ia, walau diluar sana serempak menyatakan salah. Mungkin kesalahannya adalah tidak mendengar suara diluar (yang lebih banyak) itupun kalau sedang dan sudah mendengar. Kalau belum maka yang ia lakukan adalah yang terbaik bagi dirinya.

Setiap prilaku apapun tergantung dari niatnya, maka ketika niat baik (dalam persinya) sekalipun dari berbagai sudut lain dipandang tidak baik maka hal itu diluar urusannya.
Maka untuk menjaga tidak terjadi persepsi tetap merasa benar kita senantiasa harus terbuka dan mencari ilmu serta pengetahuan seluas-luasnya.

Jika Bah Maridjan mengambil sikap atas dasar pikiran setianya pada tugas kerja dan tidak berniat meremehkan terhadap pemerintahan yang ada sekarang, sepertinya pantas dijadikan icon kesetiaan serta gambaran etos kerja yang luar biasa.

Atau mungkin Bah Maridjan dengan keyakinannya yang kuat punya keyakinan diluar jangkauan kita yang memang dimasa lalu hal-hal seperti itu memang benar adanya. Tidak mungkin seorang abdi dalem diberi tugas dan dibiarkan celaka dalam tugasnya, makanya kita seringkali dalam film (untuk saat ini) tiba-tiba ada yang berkelebat menyelamatkan seseorang pada saat-saat yang sangat genting. Mohon maaf – tidak mustahil- keyakinan seperti itu masih kuat tertanam dalam kelompok selevel generasi Bah Maridjan. Dan itu tidak salah, kembali apapun yang dilakukan tergantung niat yang melatar belakanginya.

Terlepas dari semuanya, selamat jalan Bah Maridjan mudah-mudahan mendapat ketenangan di sisi Allah SWT.

Dalam satu kesempatan Sultan Hamengkubuwono X menyatakan tugas Bah Maridjan bukan menunggu merapi tapi untuk mempersiapkan dan memimpin upacara ritual tahunan merapi. Sedangkan tentu saja menurut Bah Maridjan tidak seperti itu. Ditambah lagi memang Bah Maridjan menerima tugas dari Sultan sebelumnya. Plus hal-hal lain lagi. Andai saja ada tertulis rincian tugas Bah Maridjan termasuk salah satu poinnya berbunyi segera mengungsi apabila ada tanda-tanda merapi meletus mungkin akan lebih menjadi patokan kesetiaan yang jelas.

Pembicaraan dengan mengumbar apresiasi bebas seolah takkan ada hentinya, yang dirasa penting ditarik pelajaran dari peristiwa ini adalah:

Bahwa pekerjaan apapun mesti jelas dan tegas Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksi) serta Job Deskripsi nya – deskrisi pekerjaannya. Hal ini mesti di pahami secara jelas oleh kedua belah pihak (Pemberi dan penerima tugas) dengan kacamata yang sama serta sudah dipikirkan matang-matang berbagai kemungkinan yang melingkupinya.

Tidak menutup kemungkinan masih berserakan kekurang berhasilan bangsa ini diakibatkan kurang jelas “rincian tugas kerja seseorang” / “tugas kerja jabatan seseorang” sehingga agak sulit mengukur diri serta sulit dipantau secara objektif untuk menilai bahwa pekerjaan sudah tepat atau masih menyimpang. Lebih gawat lagi ketika seseorang bingung/tidak tahu apa yang semestinya dikerjakan maka semakin mandeglah bangsa ini.

Pertanyaan selanjutnya.
Berkaitan dengan posisi pekerjaan dan tugas kita.
Apa rincian tugas kita? Mudah-mudahan kita bisa melaksanakannya sebaik mungkin.



Uju Gunawan, S.Pd. M.Pd
RT. 17/08 Karanganyar, Cijeungjing, Ciamis 46271
08122284481

Diposkan oleh UJU GUNAWAN, S.Pd. M.Pd. Senin, 15 November 2010 0 komentar


apa beda obat generik dan obat paten ? Mengapa obat generik lebih murah ? Apakah kualitas obat generik tidak kalah dengan obat paten? Apakah kualitas obat paten pasti lebih bagus dibanding obat generik ?

PENGERTIAN :

Untuk memudahkan perbedaan penamaan obat, terkait generik dan paten, definisi singkatnya adalah sebagai berikut:

OBAT GENERIK:

Adalah nama obat yang sama dengan zat aktif berkhasiat yang dikandungnya, sesuai nama resmi International Non Propietary Names yang telah di tetapkan dalam Farmakope Indonesia. Contohnya: Parasetamol, Antalgin, Asam Mefenamat, Amoksisilin, Cefadroxyl, Loratadine, Ketoconazole, Acyclovir, dan lain-lain. Obat-obat tersebut sama persis antara nama yang tertera di kemasan dengan kandungan zat aktifnya.

OBAT PATEN:

Adalah hak paten yang diberikan kepada industri farmasi pada obat baru yang ditemukannya berdasarkan riset. Industri farmasi tersebut diberi hak paten untuk memproduksi dan memasarkannya, setelah melalui berbagaii tahapan uji klinis sesuai aturan yang telah ditetapkan secara internasional. Obat yang telah diberi hak paten tersebut tidak boleh diproduksi dan dipasarkan dengan nama generik oleh industri farmasi lain tanpa izin pemilik hak paten selama masih dalam masa hak paten.

Berdasarkan UU No 14 tahun 2001, tentang Paten, masa hak paten berlaku 20 tahun (pasal 8 ayat 1) dan bisa juga 10 tahun (pasal 9). Contoh yang cukup populer adalah Norvask. Kandungan Norvask ( aslinya Norvasc) adalah amlodipine besylate, untuk obat antihipertensi. Pemilik hak paten adalah Pfizer. Ketika masih dalam masa hak paten (sebelum 2007), hanya Pfizer yang boleh memproduksi dan memasarkan amlodipine. Bisa dibayangkan, produsen tanpa saingan. Harganya luar biasa mahal. Biaya riset, biaya produksi, biaya promosi dan biaya-biaya lain (termasuk berbagai bentuk upeti kepada pihak-pihak terkait), semuanya dibebankan kepada pasien.

Setelah masa hak paten berakhir, barulah industri farmasi lain boleh memproduksi dan memasarkan amlodipine dengan berbagai merek. Amlodipine adalah nama generik dan merek-merek yang beredar dengan berbagai nama adalah obat generik bermerek. Bukan lagi obat paten, lha wong masa hak paten sudah berakhir. Anehnya, amlodipine dengan macam-macam merek dan kemasan harganya masih mahal, padahal yang generik haraganya sekitar 3 ribu per tablet. Inipun menurut saya masih mahal.

OBAT GENERIK BERMEREK:

Adalah obat generik tertentu yang diberi nama atau merek dagang sesuai kehendak produsen obat. Biasanya salah satu suku katanya mencerminkan nama produsennya. Contoh: natrium diklofenak (nama generik). Di pasaran memiliki berbagai nama merek dagang, misalnya: Voltaren, Voltadex, Klotaren, Voren, Divoltar, dan lain-lain.

Nah, jelaslah bahwa obat genrik bermerek yang selama ini dianggap obat paten sebenarnya adalah obat generik yang diberi merek dagang oleh masing-masing produsen obat. Dan jelas pula bahwa pengertian paten adalah hak paten, bukan ampuh hanya karena mahal dan kemasannya menarik.

PERBANDINGAN

Dari sekilas penjelasan di atas, nampaklah bahwa khasiat zat aktif antara obat generik dan obat generik bermerek adalah sama sejauh kualitas bahan dasarnya sama. Contoh: misalnya saja penjenengan punya pabrik obat bernama cakmoki farma, yang memproduksi Natriun diklofenak dalam 2 produk. Yang satu obat generik, namanya otomatis Natrium diklofenak dengan nama produsen cakmoki farma. Adapun produk obat generik bermerek menggunakan nama yang dipertimbangkan agar mudah laku di pasaran, misalnya saja mokivoltar. Otomatis kualitas khasiat kedua obat Natrium diklofenak yang diproduksi cakmoki farma sama saja, soalnya membeli bahan dasar dari tempat yang sama dengan kualitas yang sama pula. Bedanya hanya pada nama, kemasan dan tentunya harga. Yang satu Natrium diklofenak generik dengan harga yang sudah ditetapkan sesuai peraturan dan satunya mokivoltar dengan harga lebih mahal, sesuai pangsa pasar dan segala lika-likunya. :P

Mengapa harga obat generik jauh lebih murah ketimbang obat generik bermerek ? Sebagaimana contoh di atas, Natrium diklofenak 50 mg, para produsen obat yang memproduksinya menggunakan nama generik yang sama, yakni Natrium diklofenak dengan label generik. Tanpa promosi, tanpa upeti dan tanpa biaya-biaya non produksi lainnya. Harganya sudah ditetapkan, yakni HNA (Harga Netto Apotek) plus PPN = Rp 10.884,- berisi 50 tablet dan HET (Harga Eceran Tertinggi) = Rp 13.605,- sebagaimana diatur Kepmenkes No.HK.03.01/Menkes/146/I/2010. Artinya, harga per tablet Natrium diklofenak 50 mg gak akan lebih dari Rp 272,- per tablet, siapapun produsennya. Tidak bisa diotak-atik lagi. Itu sebabnya harga obat generik jauh lebih murah ketimbang obat generik bermerek.

Masih banyak pertanyaan serta opini seputar obat generik dan obat bermerek, terutama terkait kualitas dan harganya.

Akhirnya, tak ada salahnya kita belajar kepada negara lain yang telah mapan dalam memberikan informasi terbuka kepada khalayak, misalnya India, agar bangsa Indonesia lebih memahami seluk beluk obat dan berhak menentukan pilihan sesuai situasi dan kondisi masing-masing pengguna jasa layanan kesehatan.

Diposkan oleh UJU GUNAWAN, S.Pd. M.Pd. Rabu, 03 November 2010 0 komentar

Subscribe here

Uju Gunawan

Foto Saya
Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia
Jangan pernah terlalu bersedih dengan apa yang luput darimu juga jangan terlalu bergembira dengan apa yang telah kau dapatkan.... Sikapi semua dengan wajar dengan penuh rasa syukur..OK!

Share it